Goa Balojaha

Gua Balo Jaha terletak di Desa Bontoborusu alias Kahu – Kahu, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Gua ini dianggap misterius karena ditemukannya mayat-mayat yang diduga berasal dari pulau Jawa, sehingga kemudian menjadi cikal bakal nama Balo Jaha di gua yang berkarakter semi vertikal.

Balo dalam bahasa Selayar berarti lubang, dan jaha berarti Jawa. Terlepas dari unsur misterius Gua Balo Jaha, eksotisme tempat ini tidak bisa dipungkiri, dimana pengunjung sering menggunakan air di dalam gua untuk berenang dan menikmati panorama stalagmit di sekitarnya.

Di dalam goa sendiri terdapat sekawanan kelelawar yang membuat bau khas hewan kelelawar menyembur saat Anda menginjakkan kaki di dasar goa. Harap berhati-hati karena batu kapur biasanya dikenal licin.

Untuk mencapai Gua Balo Jaha, pengunjung harus berjalan kaki beberapa ratus meter dari desa di Pulau Pasi, Kepulauan Selayar. Pulau Pasi dapat ditempuh dengan menggunakan perahu kayu dari kota Benteng, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Tambolongan Beach

Bukit Nane Polassi

Bukit Nane (Nane hill) is located on Polassi Island, Bontosikuyu District, Selayar Islands Regency, South Sulawesi.
Nane comes from the name of the first person to inhabit this hill, he is a noble and the only people who can live on this hill are those from the noble circles. Over time this hill became plantation land by the society of the Polassi Islan

Bone Bakka dan Kiddi

Bone berarti pasir, bakka berararti besar, dan kiddi berarti kecil.. Jika lombok memeiliki pink beach yang sangat terkenal, maka desa Bahuluang juga memiliki hamparan pasir berwarna putih bercampur pink sehingga pantai ini nampak berwarna pink muda dari kejauhan. Pantai ini sangat cocok dijadikan spot photo yang begitu menawan karena dikelilingi oleh dinding karang dan lautan biru bagaikan kristal. Pantai ini juga merupakan lokasi bertelurnya penyu di musim timur yaitu sekitar nbulan April-November

Makam Karang & Bunging​

Masyarakat Bahuluang mempercayai adanya gurita raksasa yang membuat timbunan karang mati seperti sekarang dan bentuknya berubah-ubah setiap tahun. Beberapa masyarakat bahkan pernah menyaksikan sendiri pancaran cahaya dari sang gurita raksasa yang melewati laut di sekeliling desa Bahuluang

Bunging atau pasir timbul ini sepanjang kurang lebih 200m dengan pesona keindahan yang dikelilingi pasir putih nan halus dan bearada ditengah-tengah laut biru yang jernih. Aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini adalah spot foto yang sangat instagramable, sunbathing, berenang dan snorekeling​

Liang Lipang

Liang Lipang dengan pesona keindahan gua yang memiliki susunan stalaktit unik yang begitu luas yang memanjakan mata dilengkapi dengan hamparan pasir putih yang berhadapan langsung dengan air laut biru sebening kristal dan bisa dijadikan spot snorkeling bagi para wisatawan.

Pemberian nama gua atau liang lipang berasal dari cerita masyarakat bahwa dahulu terdapat kelompok nelayan yang membawa muatan bakau dari suku Bugis yang melabuhkan dan beristirahat di sekitar gua ini dan pada malam hari gua ini tampak terang bercahaya dan setelah nelayan tersebut memeriksa keadaan di sekitar gua ternyata cahaya tersebut berasal dari mutiara (kalauw) yang berada diatas kepala seekor lipang raksasa, sang nelayan dari suku Bugis tersebut berusaha, mengambil permata/mutiara lipang, namun karena ketakitan saat dikejar oleh lipang tersebut maka sang nelayan memutuskan untuk membakar bakau yang dibawanya sehingga asap dari pembakaran bakau tersebut meracuni sang lipang raksasa, seketika lipang tersebut tewas di perairan sekitar bukit yang juga dinamai Bukit (bonto) lipang di Desa Kajuadi, hingga saat ini masyarakat mempercayai gua lipang tersebut bercahaya setiap malam jum’at.
Liang lipang dengan pesona keindahan gua yang memiliki susunan stalaktit unik yang begitu luas yang memanjakan mata dilengkapi dengan hamparan pasir putih yang berhadapan langsung dengan air laut biru sebening kristal dan bisa dijadikan spot snorkeling bagi para wisatawan.​

x